Book of Ikigai - Ken Mogi (Kutipan & Catatan)



Tentang Penulis

Ken Mogi adalah seorang brain scientist, penulis, dan penyiar yang berbasis di Tokyo. Dia telah menerbitkan lebih dari 30 makalah tentang kognitif dan neurosains, dan lebih dari 100 buku di Jepang mencakup sains, esai, kritik, dan pengembangan diri. Buku-bukunya telah terjual hampir 1 juta eksemplar di Jepang. Buku berbahasa Inggris karyanya, antara lain Creativity and the Brain.

Kutipan

▪ Menganalisis data dari lebih 50.000 orang, laporan studi Ōsaki menyimpulkan bahwa “bila dibandingkan dengan orang-orang yang menemukan rasa ikigai, mereka yang tidak menemukannya lebih cenderung tidak menikah, tidak bekerja, memiliki tingkat pendidikan lebih rendah, memiliki tingkat kesehatan-diri yang lebih rendah atau kurang baik, memiliki tingkat stres mental yang tinggi, memiliki rasa nyeri tubuh yang moderat atau parah, memiliki fungsi fisik terbatas dan cenderung lebih tak bisa berjalan.”

▪ Sebagaimana yang akan kita saksikan bersama, memiliki ikigai bisa mengubah kehidupan Anda secara harfiah. Anda bisa hidup lebih lama, memiliki kesehatan prima, menjadi lebih bahagia, lebih puas, dan mengurangi stres.

▪ Ikigai adalah tentang menemukan, menjelaskan, dan menghargai kesenangan-kesenangan hidup yang memiliki arti bagi Anda.

▪ + Apakah nilai-nilai yang paling sentimental bagi Anda? + Apakah hal-hal kecil yang bisa memberi Anda kesenangan? Itulah tempat-tempat yang baik untuk memulai jika menyangkut menemukan ikigai Anda sendiri sebagai jalan bagi kehidupan yang lebih bermakna dan bahagia.

▪ Ikigai terkadang diekspresikan sebagai “alasan untuk bangun di pagi hari”. Ikigai-lah yang memberikan Anda motivasi berkelanjutan untuk menjalani hidup Anda, atau bisa juga dibilang bahwa ikigai-lah yang memberikan gairah hidup yang membuat Anda bersemangat menyambut kedatangan setiap hari baru.

▪ bangsa Jepang tidak memerlukan dasar motivasi yang besar-besaran untuk terus bergerak, tetapi lebih mengandalkan pada ritual-ritual kecil dalam rutinitas harian mereka.

▪ Data menunjukkan bahwa selama waktu tidur, otak sibuk mencatat memori-memori di dalam sirkuit saraf selagi aktivitas-aktivitas sehari itu dipilah dan dikonsolidasi.

▪ Mengucapkan selamat pagi—ohayo dalam bahasa Jepang—dan melakukan kontak mata mengaktifkan sistem-sistem imbalan otak dan mengarah pada fungsi pengaturan hormon yang lebih baik, menghasilkan sistem imunitas yang lebih baik.

▪ Itulah penjelasan neurologis mengapa bangun di awal pagi menjadi bagian dari tradisi bangsa Jepang. Akan tetapi, sebagaimana yang kami sebutkan, ada pula alasan kulturalnya: Jepang merupakan bangsa yang selalu memberi penghargaan tinggi terhadap terbitnya matahari.

▪ Hari Tahun Baru, banyak orang bangun di awal pagi (atau begadang semalaman) untuk melihat matahari terbit kali pertama di tahun itu. Sudah menjadi kebiasaan untuk mendaki Gunung Fuji pada malam hari, untuk memberi penghormatan bagi matahari yang terbit dari puncak gunung.

▪ Tidak hanya para petani yang memiliki etos bangun di awal pagi. Di antara para pedagang, sudah menjadi tradisi yang dipandang baik untuk bangun saat fajar dan langsung mengawali hari dengan bekerja. Selain untuk memulai kerja lebih awal, juga demi menghemat bahan bakar dan lilin pada malam hari.

▪ Tak peduli di mana pun Anda berada di dunia, kalau Anda memiliki kebiasaan menikmati kesukaan Anda segera setelah Anda bangun (misalnya, cokelat dan kopi), dopamin akan dilepaskan di otak Anda, menguatkan tindakan (bangun) sebelum menerima imbalan Anda (cokelat dan kopi).

▪ Wujudkan kegembiraan dari melakukan hal-hal kecil, maka Anda juga dapat mengawali ikigai Anda di pagi hari

▪ Kodawari adalah standar personal yang dipatuhi seorang individu dengan sangat teguh.

▪ bagi orang-orang yang memiliki kodawari. Mereka tidak akan puas dengan mi ramen “biasa-biasa saja”. Mereka tidak akan berhenti mengejar kualitas dengan tuna “yang biasa saja” (ingat Fujita). Menghasilkan hal-hal yang “rata-rata” atau “biasa-biasa saja” bisa membuat Anda sukses secara wajar. Akan tetapi, mereka yang mempunyai kodawari akan berupaya melampaui itu, tanpa alasan yang nyata. “Cukup baik” tidak akan “cukup baik” bagi mereka. Anda bahkan bisa saja menyebutnya kesintingan kreatif.

▪ Pada dasarnya, memulai dengan yang kecil merupakan ciri hari-hari masa muda. Ketika Anda masih muda, Anda tak bisa memulai hal dengan cara yang besar. Apa pun yang Anda lakukan, itu tak banyak artinya bagi dunia. Anda harus memulai dari hal yang kecil. Dan hal yang banyak Anda miliki, adalah keterbukaan pikiran dan jiwa keingintahuan—modal besar bagi tujuan seseorang. Anak-anak selalu ingin tahu. Anda dapat melihat hubungan antara keingintahuan dan ikigai.

▪ Fakta bahwa ada begitu banyak simbolisme bunyi dalam bahasa Jepang menyiratkan, berdasarkan hipotesis leksikal, terdapat korelasi di antaranya dengan cara bangsa Jepang memandang dunia. Bangsa Jepang tampak membedakan berbagai macam suasana pengalaman, menaruh perhatian pada begitu banyaknya kualitas indriawi.

▪ melupakan diri sendiri mengarah pada salah satu prinsip kunci Buddhisme Zen.

▪ Anime bangsa Jepang kini telah mendunia. Akan tetapi, sudah menjadi pengetahuan umum juga bahwa para animator tidak mendapatkan bayaran yang layak. Dibandingkan dengan pekerjaan-pekerjaan yang lebih praktis seperti perbankan dan perdagangan, upah animator rata-rata amat kecil. Meski demikian, bekerja sebagai seorang animator tetap menjadi pekerjaan impian kebanyakan anak muda. Memahami bahwa mereka tidak akan jadi kaya raya, generasi demi generasi calon animator tetap berbondong-bondong memasuki studio.

▪ Kesadaran akan “satu” pertemuan dan kesenangan hidup memberikan fondasi bagi perwujudan bangsa Jepang akan ikigai, dan kunci bagi filosofi hidup bangsa Jepang. Begitu Anda memperhatikan detail-detail kecil dalam hidup, tidak ada yang terulang. Setiap peluang itu istimewa. Itu sebabnya bangsa Jepang memperlakukan detail terkecil dari ritual apa pun seakan-akan itu masalah hidup dan mati.

▪ Dengan menghargai dan menghormati karakteristik orang-orang di sekitar Anda, Anda akan menyadari sebuah “segitiga emas” antara ikigai, aliran, dan kreativitas.

▪ Berikut rahasia Watanabe: pengejaran kualitas yang tak kenal lelah, komitmen, fokus pada hal-hal kecil tanpa berpikir tentang pengakuan.

▪ Buatlah musik, meski tak ada seorang pun yang mendengar. Lukislah sebuah gambar, meski tak ada seorang pun yang melihat. Tuliskan sebuah cerita singkat yang tak akan dibaca orang. Kesenangan batin dan kepuasan akan lebih dari cukup untuk menyemangati terus hidup Anda.

▪ Kita semua tahu betapa berbagai layanan internet, seperti, Facebook, Twitter, Snapchat, Instagram, mengacak-acak jam-jam bangun kita menjadi limpahan rentang perhatian singkat yang acak.

▪ Tak perlu dikatakan lagi, sebuah sistem nilai yang berpusat hanya pada segelintir orang di pucuk pimpinan tidak akan bisa bertahan, karena seseorang haruslah berada di level bawah, agar orang lain bisa berada di puncak.

▪ Ikigai, singkat kata, secara harfiah adalah sejak buaian hingga liang kubur, tak peduli apa pun yang terjadi dalam hidup Anda.

▪ Secara biologis, menemukan ikigai di sebuah lingkungan, atau bahkan, di lingkungan mana pun, bisa dipandang sebagai sebuah bentuk adaptasi, terutama dalam konteks kesehatan mental.

▪ Anda harus menemukan ikigai Anda dalam hal-hal kecil. Anda harus memulai dari yang sepele. Anda harus menghadirkan diri di tempat dan waktu sekarang. Yang terpenting, Anda tidak bisa dan tidak boleh menyalahkan lingkungan karena kurangnya ikigai.

▪ “Keep Calm and Carry On” (Tetap Tenang, dan Lanjutkan)

▪ “Di bawah kapal, terdapat neraka.” Begitu alam mengamuk, tak ada yang bisa kita lakukan. Meski risikonya itu, seorang nelayan tetap saja melaut, berusaha keras mencari nafkah. Dengan semangat itulah, ujar saya, orang-orang di wilayah yang terdampak gempa bumi dan tsunami itu kembali bangkit.

▪ pertemanan, perjuangan, dan kemenangan.

▪ Dari sudut pandang seorang Jepang, tema-tema religius disambut baik, selama mereka berkontribusi pada banyak dasar sekuler bagi kehidupan.

▪ Bila diberi pilihan antara pengabdian taat pada satu prinsip dan beragam ideologi, seorang Jepang tipikal akan memilih yang kedua. Hal ini telah membantu negara itu untuk menyerap banyak hal baru dari luar negeri,

▪ seorang pendeta Jesuit, Bapa Rodrigues, yang murtad karena tekanan dari pemerintahan Keshogunan, menyamakan Jepang dengan “rawa”, tempat tak ada apa pun yang bisa berakar dengan kuat

▪ “Rawa” mungkin terdengar menghina, tapi faktanya tidak mesti begitu. Penghinaan itu hanya terdapat dalam prasangka pengamat, bukan dalam sifat rawa itu sendiri. Rawa adalah sebuah sistem ekologis yang kaya tempat banyak mikroorganisme bertumbuh subur.

▪ Singkat kata, untuk menjadi bahagia, Anda harus menerima diri sendiri. Menerima diri sendiri adalah salah satu tugas terpenting meski sulit yang kita hadapi dalam hidup kita. Tentu saja, menerima diri sendiri merupakan hal paling mudah, paling sederhana dan paling memberi kepuasan yang bisa Anda lakukan bagi diri sendiri—formula dengan anggaran-rendah dan bebas pemelihaaan untuk jadi bahagia.

▪ Hanya dengan menyadari kesamaan dan perbedaan antara diri Anda sendiri dan orang lainlah, Anda jadi bisa menilai karakter Anda secara nyata.

▪ Salah satu teknik mereka adalah menggunakan bahan-bahan pakaian yang mahal di bagian dalam pakaian mereka, sementara tetap menjaga penampilan luar yang sederhana. Gagasan mempertahankan profil luar dengan sederhana sementara menjadikan individualitas di bagian dalam berkembang merupakan kearifan yang dipupuk orang-orang Jepang selama bertahun-tahun.

▪ Ikigai dan kebahagiaan berasal dari penerimaan diri sendiri. Pengakuan dari orang lain sudah tentu akan menjadi bonus. Akan tetapi, ia juga bisa menghambat penerimaan diri yang amat penting jika ditempatkan dalam konteks yang salah.

▪ Rahasia terbesar ikigai, utamanya, adalah menerima diri sendiri, apa pun ciri-ciri unik yang mungkin kita miliki semenjak lahir. Tidak ada satu cara optimum untuk mendapat ikigai. Setiap diri kita harus mencari sendiri, di tengah rimba individualitas diri kita yang unik. Tapi jangan lupa untuk sedikit tertawa sembari mencarinya—hari ini dan setiap hari!

▪ Apakah Anda kini lebih mau mencobai hal-hal baru, dengan langkah-langkah kecil, meski tidak langsung mendapat imbalan eksternal? Apakah Anda kini dapat melihat hubungan penting antara keselarasan dan kesinambungan? Apakah Anda merasa Anda akan lebih rileks dengan keunikan diri Anda, sembari bersikap lebih toleran terhadap keanehan orang lain? Apakah Anda sekarang lebih sanggup menemukan kesenangan pada hal-hal kecil?

---

Catatan

▪ hipotesis leksikal (Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 805) Leksikal adalah berkaitan dengan kata; berkaitan dengan leksem; berkaitan dengan kosa kata. Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa Makna Leksikal adalah makna yang berkaitan dengan kata, leksem, ataupun kosakata)

▪ sentimental (mengenai sentimen; dipengaruhi oleh rasa sentimen; bersifat menyentuh perasaan: lagu yang sentimental mudah terpengaruh oleh perasaan; sangat perasa: kaum wanita banyak yang mempunyai sifat sentimental)

▪ afirmatif (afirmatif/afir·ma·tif/ a bersifat menguatkan atau mengesahkan)

▪ eksonim2 (Eksonim adalah nama sebutan untuk suatu tempat yang tidak digunakan oleh penduduk lokal tempat tersebut, atau nama sebutan untuk penduduk atau bahasa yang tidak digunakan oleh penduduk atau bahasa yang dimaksudkan terebut. Wikipedia)

▪ nomenklatur (Tata nama atau nomenklatur (bahasa Inggris: nomenclature) berasal dari bahasa Latin: nomen untuk penamaan atau calare bagi sebuah penyebutan dalam bahasa Yunani: ονοματοκλήτωρ yang berasal dari kata όνομα atau onoma yang sama berarti dengan bahasa Inggris kuno: nama dan bahasa Jerman kuno: namo adalah merujuk pada persyaratan, sistem prinsip-prinsip dasar, prosedur dan persyaratan yang berkaitan dengan penamaan yang dapat merupakan pembakuan kata atau frasa penugasan untuk objek tertentu.[1])

▪ kereta-kereta Shinkansen (Shinkansen adalah jalur kereta api cepat Jepang yang dioperasikan oleh empat perusahaan dalam grup Japan Railways. Shinkansen merupakan sarana utama untuk angkutan antar kota di Jepang, selain pesawat terbang. Kecepatan tertingginya bisa mencapai 300 km/jam. Wikipedia)

▪ izakaya (Izakaya (居酒屋) adalah tempat bernuansa khas Jepang yang menyediakan minuman beralkohol berserta hidangan sederhana untuk teman minum-minum.)

▪ longitudinal (used to refer to lines or distances east or west of an imaginary line between the North Pole and the South Pole : Longitudinal lines run from north to south. )

▪ kulminasi (Kulminasi dalam pengamatan astronomi adalah waktu transit instan dari sebuah benda langit yang melintasi meridian lokal pengamat. Peristiwa ini juga dikenal sebagai 'transit meridian', digunakan untuk pengaturan waktu serta navigasi, dan diukur secara tepat dengan menggunakan teleskop transit. Wikipedia)

▪ Sembikiya (https://images.app.goo.gl/Kce8ifWovqCdhpnYA)

▪ tembikar (Tembikar adalah alat keramik yang dibuat oleh perajin. Tembikar dibuat dengan membentuk tanah liat menjadi suatu objek. Alat tembikar yang paling dasar adalah tangan. Wikipedia)

▪ fluorit (Fluorite atau fluorite berasal dari "fluo noun Latin", yang artinya sungai atau aliran air. Dalam kata kerja bentuk ini fluor atau fluere, yang berarti mengalir. Mineral ini digunakan sebagai fluks dalam peleburan besi untuk mengurangi viskositas terak. Wikipedia)

▪ gastronomi (Gastronomi atau tata boga adalah seni, atau ilmu akan makanan yang baik. Penjelasan yang lebih singkat menyebutkan gastronomi sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan kenikmatan dari makan dan minuman. Wikipedia)

▪ wabi sabi (Dalam estetika tradisional Jepang, wabi-sabi merupakan pandangan dunia yang terpusat pada penerimaan terhadap kefanaan dan ketidaksempurnaan. Estetika tersebut kadang-kadang dijelaskan sebagai salah satu keindahan yang "tak sempurna, tak kekal, dan tak lengkap". Wikipedia)

▪ Ecclesiastes (Kitab Pengkhotbah adalah bagian dari Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Judul ini berasal dari bahasa Ibrani: קוהלת. Dasar kata ini adalah קהל, yang berarti "perhimpunan". Kata Qohelet inilah yang diterjemahkan menjadi "Pengkhotbah" yang menyiratkan fungsi keagamaan. Wikipedia)

▪ Konfusianisme (Agama Khonghucu adalah istilah yang muncul sebagai akibat dari keadaan politik di Indonesia. Agama Khonghucu lazim dikaburkan makna dan hakikatnya dengan Konfusianisme sebagai filsafat. Wikipedia)

▪ metakognisi (Metakognitif adalah kemampuan untuk mengontrol ranah atau aspek kognitif. Meta kognitif mengendalikan enami taksonomi Bloom yang terdiri dari tahap ingatan, pemahaman, terapan, analisis dan sintetis dan evaluasi. Wikipedia)

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter