Afirmasi Positif Bukanlah Solusi

Daftar Isi [Tampilkan]
Ketika bangun tidur, banyak dari kita yang mencoba untuk mengafirmasi positif diri sendiri. Tentunya dengan kata-kata yang seolah olah akan sepenuhnya menjadi cerminan diri kita pada hari itu, contohnya seperti; "Saya hebat!", "Saya sangat bersemangat hari ini!", "Saya bisa!", dan berbagai macam omong kosong lainnya.
Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini, kenapa saya menganggap afirmasi positif itu adalah sebuah omong kosong. Kemudian, jikalau itu semua adalah omong kosong, lantas bagaimana sebenarnya afirmasi yang harusnya/sebaiknya kita lakukan?
Sebelum kita membahas konsep diatas yang cukup menarik, ada sebuah kutipan yang sepertinya sangat relevan untuk memulai tulisan ini.

Sebuah kutipan dari Norman Reedus, seorang artis amerika yang membintangi serial drama The Walking Dead. Yang mana artinya adalah "Anjing yang meng-gonggong paling nyaring, ternyata adalah anjing yang paling penakut"
Kita coba analogikan gonggongan anjing itu adalah sebuah afirmasi positif yang kita lakukan pada diri kita sendiri, dan tentunya, analogi dari diri kita adalah anjing yang menggonggong itu. Tidak tanpa alasan saya menganalogikan gonggongan itu sebagai afirmasi positif diri kita, dan anjing itu adalah diri kita. Anda akan mengerti apa alasan saya melakukan hal itu ketika selesai membaca tulisan ini.

Jadi, Selama Ini yang Saya Lakukan Adalah Kesalahan?

"Saya bisa!", "Saya mampu!", "Saya hebat!", dan berbagai macam omong kosong lainnya adalah sebuah pertanda yang nyata bahwasanya kita adalah orang yang paling ketakutan dengan diri kita sendiri, sebuah pribadi yang penuh dengan "Tidak bisa", "Tidak mampu", "Tidak hebat", dan hal negatif lainnya. Sebenarnya, dengan afirmasi positif itu kita sedang mencoba untuk menepis hal-hal negatif tersebut seolah-olah tidak terjadi dalam diri kita, padahal batin kita sangat tersiksa dengan kenyataan itu.
tumblr_nhv5fvF19Q1rlxd09o1_1280.jpg
Iya, benar sekali, "Orang-orang akan tahu kamu adalah orang baik, jika kamu memang baik".
Jika anda memang merasa memiliki emosi dan sifat negatif dalam diri, kemudian anda terus-menerus mencoba untuk 'kabur' dari kenyataan itu dengan berbagai macam omong kosong yang sudah saya sebutkan diatas, maka tidak lain dan tidak bukan, anda sedang mencari sebuah kegembiraan dan kesempurnaan hidup dengan sebotol anggur merah alkohol dosis tinggi yang membuat diri anda sejenak melupakan permasalah yang ada dalam hidup anda. Iya, sejenak, dan permasalahan itu tetap ada.
Dan pada saat anda sudah tidak meneguk cawan anggur itu, makan masalah itu akan muncul lagi, membuat anda menjadi pribadi yang memuakkan dan penuh dengan 'ketidak-bisaan' 'ketidak-mampuan' 'ketidak-semangatan' juga hal-hal negatif lainnya. Iya, afirmasi positif dan omong kosong lainnya adalah anggur merah dengan dosis alkohol tinggi, bersifat sementara, sangat jahat dan licik.

Seperti Mobil yang Ditabrak, Kemudian Ditinggalkan Begitu Saja

Pernahkah kita ketika berkendara dijalan, kemudian tidak sengaja menabrak mobil didepan kita, dan kita berusaha untuk cepat cepat pergi dari tempat dan situasi tersebut, tentunya agar nantinya kita tidak berurusan dengan si pemilik mobil?
Kalian tahu bahwa salah satu hal yang dapat membuat anda merasa 'bahagia' dan 'tidak memiliki masalah' adalah dengan cara cepat-cepat pergi agar tidak diketahui oleh sang pemilik mobil? Karna bisa saja, ketika anda ketahuan, mungkin itu akan menjadi hal yang sengat memusingkan anda, secara, jangankan membayar ganti rugi atas kerusakan mobil yang kita tabrak, membayar cicilan motor saja sulit setengah mati.
Dan, tentunya juga kalian pasti paham, bahwasanya 'kebahagiaan' yang kalian rasakan dengan cara diatas itu tidak serta merta menyelesaikan masalah, Bahkan tidak menyelesaikan sama sekali!
Karna mobil itu tetap rusak dan butuh diperbaiki dengan biaya yang cukup mahal tentunya. Pemilik mobil itu akan marah-marah dan mengumpat penabrak mobilnya yang langsung pergi begitu saja, tidak punya itikad yang baik dan tidak bertanggung jawab, bisa saja dia mendoakan anda selaku perusak mobil tersebut dengan doa yang tidak baik, kalau doanya ternyata diijabah oleh Tuhan, maka habislah anda, karna anda dzolim dan dia didzolimi.
Seperti itulah analagi dari afirmasi positif dan -lagi lagi- omong kosong yang saya bicarakan diatas, seperti ketika kita menabrak mobil kemudian langsung pergi begitu saja tidak bertanggung jawab. Mobil yang rusak itu adalah diri kita, dan cara terbaik itu memperbaiki mobil yang rusak itu adalah dengan cara menerima sepenuh hati dan berdamai dengan diri bahwasanya itu adalah kesalahan kita, dan solusinya adalah bertanggung jawab dengan itu semua, dan mencoba 'memperbaikinya' .
Yaa walaupun mungkin kalau kita lari dari tanggung jawab pun akan merasa bahagia juga. Tapi itu sama sekali tidak menyelesaikan masalah.

Baiklah, Kalau Begitu, Apa yang Harus Saya Lakukan?

Seperti yang sudah saya sampaikan tepat pada paragraf ke-dua dari bawah diatas sub judul ini, yang harus kita lakukan adalah menerima sepenuh hati segala hal negatif yang ada dalam diri kita, dan mencari solusinya, agar itu tidak menghambat kita dalam proses meraih 'kebahagiaan'
Saya akan coba jelaskan secara sistematis langkah langkah yang harus kita lakukan untuk melakukan hal tersebut, dan saya harap ketika anda membacanya, anda memindahkan terlebih dahulu dinding-dinding pelindung identitas dan prinsip diri anda, kemudian menggantinya dengan alat penyaring yang sangat besar dan mencoba untuk memproses dan menyaringnya, bukan langsung diabaikan dan tolak mentah-mentah, seperti yang kita ketahui bersama, bahwa perubahan itu butuh effort yang tidak sedikit, kan?
Rumusnya adalah:

1. Temukan Tujuan Akhir atau Cita-Citamu

Ini adalah tentang apa apa yang anda inginkan akan terjadi kepada diri anda dimasa yang akan datang, contohnya:
  • Menjadi pintar dan menguasai materi kuliah
  • Menjadi pengusaha sukses
  • Menjadi public speaker yang baik
  • Menjadi suami yang dicintai istri
  • Menjadi bahagia, dsb.

2. Temukan Kelemahan Anda

Sadari segala kelemahan diri yang membuat anda tidak bisa/kesulitan dalam menggapai tujuan akhir atau cita-cita, mudahnya, temukan kekurangan dirimu yang mana merupakan hal yang negatif dan akan menghambatmu dalam mencapai cita-cita, contohnya:
  • Pemalas
  • Mudah putus asa
  • Mudah termakan omongan orang lain
  • Mudah tersinggung
  • Pengumpat handal
  • Peternak iri, dengki dan hasad
  • Pendendam dsb.

3. Tentukan Apa yang Seharusnya Anda Lakukan

Dari poin pertama dan kedua, saya kira ini adalah hal yang paling mudah, sadar tidak sadar ya.
Karna akal kita itu memang pada dasarnya membawa kita kepada kebaikan dan tidak tertarik dengan hal2 yang bisa merusak hidup kita.
Buktinya apa? saya minta tolong kepada anda untuk mencoba menjawab pertanyaan dibawah ini, dengan memilih hal-hal yang seharusnya kita lakukan dalam hidup kita, dan mencoret atau menafikan hal-hal seharusnya tidak kita lakukan dalam kehidupan.
  • Membaca buku / scrolling instagram tanpa tujuan
  • Rutin olahraga / rutin rebahan
  • Kamar yang rapi / kamar berantakan
Tidak usah saya tunjukan mana kegiatan yang baik dan mana kegiatan yang kurang baik, saya kira anda sudah mengerti semua, dan itu adalah fitrah akal kita yang mana memilih apa yang seharusnya kita lakukan dalam kehidupan, sadar tidak sadar kita punya kemampuan itu.
Tapi sayangnya, nafsu kita selalu bertolak belakang dengan akal kita, dan sayangnya juga ternyata kita lebih sering kalah oleh nafsu kita sendiri.
Kembali lagi ke topik tentang menentukan apa yang seharusnya anda lakukan untuk mencapai kesuksesan anda, contohnya bagaimana?
  • Anda malas?
    • Rajin adalah yang seharusnya anda lakukan
    • Sifat malas adalah hal yang buruk
  • Anda mudah putus asa?
    • Ingatlah, kesuksesan tidak didapat dengan proses yang bernama putus asa
    • Putus asa adalah hal yang buruk
  • Mudah termakan omongan orang lain?
    • Kalau kata Albert Einstein, jangan terlalu mendengarkan penilaian orang lain, karna setiap orang punya mulut, tapi tidak semua punya otak.
    • Jika itu adalah kritik yang membangun, maka bisa dipertimbangkan
  • Anda pengumpat handal?
    • Ketahuilah, mengumpat orang lain hanya akan membuat hubungan diantara kalian tidak baik dan itu akan membuat jiwa anda sakit
    • Mengumpat adalah hal yang buruk
  • dsb.
Tulisan garis miring itulah solusi dari kelemahan-kelemahan anda, bagaimana cara menemukannya? tanyakan akal anda.

Menuju yang Tak Terbatas

Setelah kita mengetahui kelemahan-kelemahan dalam diri kita, dan kita menemukan solusi untuk kelemahan-itu, yang mana menemukannya sangatlah mudah, tinggal anda tanyakan saja kepada akal anda.
Maka, apalagi yang harus kita lakukan?
Perhatikan gambar dibawah ini:
Untitled-4.jpg
Jika anda pemalas, kemudian menganggap diri anda 'hebat' atau sukses dengan mengafirmasi diri anda setiap pagi "Saya hebat!", "Selamat pagi orang hebat!" dsb. Maka sadarlah temanku, itu adalah omong kosong, jangan lakukan.
Ketika bangun tidur di pagi hari, jangan lagi berbicara pada diri sendiri bahwasanya 'ini adalah hari yang bagus!' 'Saya sukses!' dan segala omong kosong lainnya.
Katakan pada diri anda:
'Ini mungkin saja akan jadi hari yang buruk, tapi saya harus bersikap dewasa dan bijaksana dalam mengatasi masalah hari ini agar saya bahagia!'
'Mungkin saja hari ini saya akan bersikap malas, tapi itu bukanlah jalan menuju kesuksesan yang saya inginkan, maka saya harus mengalahkan rasa malas itu'
Akhir kata, semangat memperbaiki diri!

Post a Comment

0 Comments