SULUK - Niat Dalam Menuntut Ilmu

Daftar Isi [Tampilkan]

Rasulullah bersabda:
كم من عمل يتصور بصورة أعمال الدنيا و يصير بحسن النية من أعمال الآخرة و كم من عمل يتصور بصورة أعمال الآخرة ثم يصير من أعمال الدنيا بسوء النية
“Berapa banyak amal perbuatan yang bentuknya seperti amal perbuatan dunia dan dengan niat yang baik menjadi amalan akhirat, dan berapa banyak amal perbuatan yang bentuknya seperti amalan akhirat malah menjadi amalan dunia dengan niat yang buruk”.
[Dr. Marwan Qabbani mengatakan tentang hadits ini “lam ajid haditsan bilafdzihi, wa ma’nahu sohih (saya belum menemukan hadits dengan lafadz seperti ini, akan tetapi maknanya benar)”]

Amalan Dunia dan Amalan Akhirat

Makna dari amalan dunia pada hadits diatas menurut Syeikh Ibrahim bin Ismail dalam Syarh Ta’lim Muta’allim Tariq-u-Ta’alum adalah amal perbuatan yang “la tsawaba laha” (tidak berpahala).
Sedangkan makna dari amalan akhirat pada hadits diatas adalah sebuah amalan perbuatan yang diniatkan untuk mendapatkan ridha Allah Swt. dan akan otomatis dihadiahi oleh Allah Swt. pahala, walaupun amal perbuatan tersebut hanya sebatas makan dan minum.
Itu artinya, perbuatan yang sepertinya hanya makan dan minum akan tetapi didasari oleh husnu niyyah (niat yang baik) maka amalan tersebuat akan berpahala.
Sedangkan barangsiapa yang melakukan amal perbuatan seperti sholat, zakat dan puasa, akan tetapi didasari oleh suu’ niyyah (niat yang buruk) maka amal perbuatan tersebut menjadi la tsawaba laha (tidak berpahala).

Orientasi Menuntut Ilmu

Ada sebuah syair yang dinisbatkan kepada Imam Abu Hanifah:
من طلب العلم للمعاد # فاز بفضل من الرشاد
“Barang siapa yang mencari ilmu dengan tujuan akhirat, maka dia telah menang dengan keistimewaan jalan menuju surga -pen”
Disini kita bisa mengambil sebuah kesimpulan bahwasanya mencari ilmu dengan niat yang baik dan berorientasi akhirat, maka orang tersebut telah sukses mendapatkan label seorang pemenang dan juga dinaungi oleh keistimewaan dan kebaikan yang ada pada proses menuju surganya Allah Azza wa Jalla.
Maka dari itu, sudah sepatutnya kita menjaga niat kita dalam segala aktifitas yang kita lakukan, agar nantinya tidak menjadi amal perbuatan yang sia sia, dikarenakan niat kita yang salah dalam melakukan amal perbuatan tersebut, walaupun secara dzahir-nya (tampak-nya) merupakan amal perbuatan yang orientasinya adalah akhirat dan akan diganjar pahala oleh Allah Swt.

Post a Comment

0 Comments